Dalam artikel ini, kami akan membahas hal-hal berikut:
1. Pertimbangan Utama
Apa tujuan pemberian farmer ID yang unik?
Farmer ID atau Producer ID adalah kode yang biasanya dibuat oleh operator (misalnya trader) atau aggregator (misalnya koperasi). Kode ini tidak sama dengan nomor identitas nasional (nomor induk kependudukan) atau National Traceability ID (yang dapat diberikan oleh platform ketertelusuran nasional).
Farmer ID memungkinkan volume fisik dihubungkan secara konsisten dan andal dengan masing-masing petani dan masing-masing farm plot. Farmer ID juga menghubungkan Farmer Name, Farm Plot, dan Aggregator, sehingga membantu mengidentifikasi kesalahan alokasi kebun dan masalah data ketertelusuran lainnya.
Apa itu aggregator petani dan bagaimana strukturnya?
Aggregator petani adalah istilah umum untuk salah satu titik pertama tempat hasil panen dari berbagai petani dikumpulkan dan dicatat. Bentuk aggregator petani berbeda-beda tergantung komoditas dan negara (wilayah).
Contoh aggregator petani antara lain: koperasi, licensed buying company, pos pembelian distrik, dan washing station. Contoh lainnya dapat ditemukan di bagian akhir dokumen ini.
Ada beberapa alasan mengapa kami menyarankan Anda mengatur dataset berdasarkan aggregator:
Kami menggunakan data aggregator petani untuk menjalankan tes tertentu yang memberikan wawasan tambahan.
Kami juga menggunakannya untuk memilah skor per aggregator guna memberikan wawasan tentang masing-masing aggregator.
Dataset tingkat kebun harus mencantumkan referensi ke nama/ID aggregator dan lokasi aggregator untuk setiap record farm plot.
Apa manfaat mencantumkan Farmer Name?
Nama petani tidak diwajibkan oleh EUDR, sehingga tidak wajib dicantumkan. Namun, kami menyarankan untuk mencantumkannya karena dapat membantu mengidentifikasi masalah kualitas data.
Mencantumkan nama petani membantu memastikan bahwa data yang diperoleh adalah data nyata, yaitu petani yang benar-benar ada terhubung dengan plot yang benar-benar ada. Field Farmer Name paling bermanfaat dalam tes lintas dataset kami, saat kami membandingkan data klien dengan farm plot di data lake kami dan/atau dengan plot di basis data kadaster nasional.
Dengan mencantumkan nama petani, kami dapat mengidentifikasi dengan lebih baik apakah overlap lintas dataset tersebut merupakan konflik atau dapat dijelaskan oleh faktor lain.
2. Persyaratan untuk Dataset Tingkat Kebun
File data harus disusun sesuai tabel di bawah ini, dengan field atribut dimasukkan ke dalam file data geospasial sebagai kolom atribut.
Pengaturan File
Sediakan data dalam file terpisah untuk setiap negara asal dan setiap komoditas.
Susun file secara konsisten dan gunakan nama file yang jelas.
Data geospasial dan data atribut harus digabungkan ke dalam satu file.
Jika perlu, dataset dapat terdiri dari beberapa file (misalnya untuk distrik, jenis geometri, atau aggregator yang berbeda), selama data geospasial (polygon, geopoint) dan atribut (plot ID, farmer ID, farmer name, dll.) berada bersama dalam satu file.
Tips: Hindari mengirim file terpisah untuk setiap petani atau farm plot.
Persyaratan Data Geospasial
Proyeksi geospasial (disebut juga Coordinate Reference System, CRS) tidak perlu diterapkan. WGS84 default sudah cukup.
Format file yang dapat digunakan: GEOJSON (disarankan), Shapefile (SHP), KML, atau XLSX (tidak disarankan untuk polygon).
Tips: Kami menerima dataset dengan jenis geometri campuran, termasuk gabungan geopoint dan polygon. Namun, hindari membagikan geopoint dan polygon sekaligus untuk farm plot yang sama.
Persyaratan Data Atribut
Pastikan data atribut semua record farm plot (geopoint dan/atau polygon) memuat field wajib yang diminta dalam tabel spesifikasi data.
Gunakan label atribut yang jelas dari tabel Requirements for Dataset Contents.
Tips: Hindari menggabungkan informasi dari field yang berbeda ke dalam satu kolom. Pisahkan dan masukkan informasi atribut untuk setiap field dengan tipe yang benar dan di bawah header yang benar.
Kualitas dan Pengiriman Data
Sebelum mengirim data, pastikan file geospasial tidak mengandung kesalahan atau kerusakan. Anda dapat memeriksanya cukup dengan membuka data di program pilihan Anda, seperti GIS, untuk memastikan data berfungsi dengan benar.
Bagikan versi data terbaru yang memuat semua record kebun untuk menjalankan tes.
Tips: Hindari membagikan beberapa versi yang dapat menyebabkan duplikasi informasi.
Persyaratan Isi Dataset
2 Perkiraan luas farm plot, yaitu area tempat tanaman dibudidayakan. Luas ini belum tentu mencakup seluruh lahan yang dimiliki petani atau produsen.
3. Spesifikasi aggregator
Untuk kakao, aggregator yang umum adalah:
koperasi (coop), sering ditemukan di Côte d’Ivoire, Kamerun, Ekuador
traitant, sering ditemukan di Côte d’Ivoire
licensed buying company tingkat distrik, sering ditemukan di Ghana
licensed buying agent, sering ditemukan di Nigeria
pengepul desa/kota (town collector), sering ditemukan di Indonesia
Untuk kopi, aggregator yang umum adalah:
tengkulak atau perantara
pos pembelian
stasiun pengupasan kulit buah (pulping/de-pulping)
stasiun fermentasi, pencucian, pengeringan, pembersihan, dan/atau sortasi
Contoh rantai pasok kakao di Côte d’Ivoire. Dalam kasus ini, aggregator tidak didefinisikan sebagai titik pertama pengumpulan dan pencatatan (seksi koperasi), melainkan pada tahap kedua (gudang koperasi).



