Pendahuluan
Data geospasial dapat direpresentasikan dalam berbagai format file, masing-masing untuk kebutuhan tertentu. Beberapa contohnya adalah format file shapefile (.shp), GeoJSON, dan KML. Portal Meridia Verify mendukung beberapa format file untuk pengiriman data geospasial, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.
Memahami format-format ini sangat penting agar penggunaan Meridia Verify, maupun tool geospasial lain untuk analisis spasial dan pemrosesan data, kompatibel dan akurat.
Tutorial ini memperkenalkan langkah-langkah untuk mengonversi file Anda ke format file lain menggunakan QGIS. Berikut dua format file yang umum dalam aplikasi geospasial tetapi belum didukung oleh Meridia Verify:
GPX (GPS Exchange Format): Format yang banyak digunakan untuk menyimpan data GPS, termasuk waypoint, rute, dan track.
DXF (Drawing Exchange Format): Format berbasis CAD yang dikembangkan oleh Autodesk, umum digunakan untuk file desain berbasis vektor.
Sebelum melanjutkan tutorial ini, pastikan QGIS sudah terpasang di komputer Anda. Jika belum, lihat panduan instalasi QGIS. Tutorial ini dibuat menggunakan MacOS, tetapi pengguna sistem operasi lain seharusnya dapat mengikutinya tanpa perbedaan berarti.
Mengimpor Data GPX di QGIS
Untuk mengimpor data GPX ke QGIS, klik menu Layer > Add Layer > Add GPX Layer.
Di Data Source Manager, cari lokasi file GPX Anda.
Pilih file GPX lalu klik Open.
Pilih jenis fitur yang akan dimuat (Waypoints, Routes, atau Tracks) lalu klik OK.
Klik Add.
Data GPX sekarang akan muncul di panel Layers dan di tampilan peta.
Mengonversi Garis GPX menjadi Polygon
Untuk mengonversi fitur garis GPX menjadi polygon:
Buka Processing Toolbox.
Cari Lines to Polygon, lalu klik dua kali Lines to Polygon untuk membuka jendela tool.
Pilih Track layer (berisi data linestring dari GPX) sebagai Input Layer.
Klik Run untuk memulai proses.
Layer polygon baru akan dibuat dan ditampilkan di QGIS.
Mengekspor Data Polygon Hasil
Untuk mengekspor polygon yang baru dibuat, klik kanan layer polygon hasil > Export > Save Feature As… .
Di jendela Export, atur konfigurasi vector layer.
Pilih Shapefile (.SHP) sebagai format ekspor.
Pilih direktori dan nama file untuk file output.
Klik OK untuk menyelesaikan ekspor. Anda dapat menemukan file hasil ekspor di direktori yang dipilih.
Mengimpor Data DXF di QGIS
Untuk mengimpor data DXF ke QGIS, klik menu Layer > Add Layer > Add Vector Layer.
Di jendela pop-up, pilih data yang akan ditambahkan ke QGIS.
Cari lokasi file DXF lalu pilih file tersebut.
Pilih Feature Types (Points, Lines, atau Polygons) yang akan diimpor.
Klik Add Layers.
Klik Add.
Data DXF sekarang akan ditampilkan di tampilan peta dan tercantum di panel Layers. Anda mungkin melihat bahwa data yang diimpor memiliki peringatan terkait coordinate reference system (CRS) yang tidak ada.
Untuk mengatasi masalah ini, cukup atur data ke CRS Proyek QGIS dengan mengklik kanan data > Layer CRS > atur ke CRS yang diinginkan.
Untuk mengonversi linestring yang diimpor menjadi polygon, ulangi langkah-langkah yang telah dijelaskan sebelumnya.
Mengekspor Data DXF sebagai GeoJSON
Untuk mengekspor polygon yang baru dibuat, klik kanan layer polygon hasil > Export > Save Feature As… .
Di jendela Export, atur konfigurasi vector layer.
Pilih GeoJSON sebagai format ekspor.
Pilih direktori dan nama file untuk file output.
Klik OK untuk menyelesaikan ekspor. Anda dapat menemukan file hasil ekspor di direktori yang dipilih.
Setelah mengekspor data GPX dan DXF masing-masing ke format Shapefile (.SHP) dan GeoJSON (.geojson), buka direktori tempat file disimpan. Pastikan semua file yang diharapkan ada dan dapat dimuat ulang ke QGIS untuk analisis lebih lanjut.
Kesimpulan
Memilih format file yang tepat sangat penting untuk menjaga kompatibilitas dan interoperabilitas dataset Anda dengan berbagai aplikasi yang mungkin menggunakan data tersebut. Dengan mengikuti tutorial ini, Anda telah berhasil mengimpor data GPX dan DXF ke QGIS, memprosesnya, dan mengekspornya ke format yang sesuai untuk Meridia Verify atau aplikasi lain untuk pemrosesan lebih lanjut.
Kami menyarankan Anda mencoba tutorial ini untuk berbagai skenario agar terbiasa dengan QGIS dan prosesnya, sehingga dapat membantu Anda menangani masalah pengolahan data geospasial lainnya di masa mendatang.
Lihat sumber tambahan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut mengenai tutorial ini.















